Yayasan Hutan Biru Job Vacancies: Field Officer, Muna & Buton – Sulawesi Tenggara

YAYASAN HUTAN BIRU JOB VACANCIES 2026

  • Posisi: Field Officer
  • Jumlah: 2 Orang
  • Status: Staf Proyek/PKWT
  • Proyek: SHORE (Sustainable Habitats and Ocean Resilience for Everyone)
  • Penempatan:  Kab. Muna & Buton, Sulawesi Tenggara
  • Periode: Januari – Maret 2026
  • Kontribusi Hari Kerja: 22 hari kerja (Penuh waktu)

Latar Belakang

Yayasan Hutan Biru (YHB/Blue Forests) adalah organisasi nirlaba di Indonesia yang berfokus pada pengelolaan pesisir berbasis masyarakat, rehabilitasi ekosistem, serta penguatan tata kelola lingkungan yang adil dan berkelanjutan. Selama lebih dari dua dekade, YHB telah bekerja bersama masyarakat, pemerintah, akademisi, dan sektor swasta untuk mengembangkan solusi berbasis alam, memperkuat mata pencaharian pesisir, dan mendorong kebijakan yang mendukung keberlanjutan ekosistem laut dan pesisir.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, YHB menjalankan implementasi proyek SHORE (Sustainable Habitats and Ocean Resilience for Everyone) yang merupakan bagian dari program COAST Facility (Climate and Ocean Adaptation and Sustainable Transition) yang didanai oleh UK Government’s Foreign, Commonwealth and Development Office (FCDO) melalui Blue Planet Fund.

Proyek SHORE bertujuan memperkuat ketangguhan sosial-ekologis dan tata kelola pesisir melalui pendekatan kolaboratif di tiga lokasi prioritas: Sidoarjo (Jawa Timur), Muna-Buton (Sulawesi Tenggara), dan Kubu Raya (Kalimantan Barat). Ketiga wilayah ini dipilih karena mewakili kombinasi tekanan ekosistem, ketergantungan ekonomi pada sumber daya pesisir, serta kesiapan kelembagaan yang selaras dengan kerangka kerja COAST Facility.

Di Sidoarjo, Jawa Timur, fokus diarahkan pada rehabilitasi tambak rentan melalui integrasi tambak–mangrove serta penguatan rantai nilai perikanan yang adaptif terhadap iklim. Di Muna–Buton, Sulawesi Tenggara, intervensi menitikberatkan pada restorasi ekosistem pesisir (mangrove, lamun, terumbu karang) serta penguatan kelembagaan Kawasan Konservasi Perairan Selat Buton. Sementara di Kubu Raya, Kalimantan Barat, aksi terpadu dikembangkan untuk menghubungkan rehabilitasi mangrove, tata kelola kawasan konservasi, serta pengembangan usaha perikanan berbasis komunitas.

Melalui strategi ini, proyek menargetkan keterlibatan aktif lebih dari 595 pemangku kepentingan lintas sektor—termasuk pemerintah, perempuan, pemuda, nelayan, petani, pelaku usaha, dan akademisi—serta memberikan manfaat langsung bagi 270 rumah tangga pesisir, dengan dampak ekonomi yang diproyeksikan menjangkau lebih dari 2.600 orang. Lebih jauh, SHORE menempatkan masyarakat sebagai penggerak perubahan, bukan hanya penerima manfaat, dengan menekankan peningkatan kapasitas, kemandirian, dan kepemimpinan komunitas dalam pengelolaan pesisir. Dengan menyelaraskan integritas ekologi dan ketangguhan sosial-ekonomi, intervensi ini membangun fondasi untuk masa depan pesisir Indonesia yang adil, berkelanjutan, dan digerakkan oleh komunitas, serta memungkinkan ekspansi ke wilayah lain berdasarkan hasil evaluasi di tahun pertama.

Ringkasan:

Field Officer bertanggung jawab atas implementasi teknis kegiatan proyek di lapangan sesuai dengan rencana kerja. Posisi ini berperan dalam mendampingi masyarakat, memfasilitasi pelatihan dan kegiatan berbasis komunitas, serta mengumpulkan data sosial-ekonomi dan ekologi untuk mendukung proses monitoring, evaluasi, dan pembelajaran. Field Officer memastikan kegiatan berjalan efektif, berdaya guna, serta relevan dengan konteks lokal masing-masing lanskap.

Informasi Selengkapnya KLIK DISINI